PKP-PKTraining & Konsultan
← Semua artikel
Standar28 September 20262 menit baca

Mengenal kategori PKP-PK bandara

Kategori PKP-PK menentukan jumlah kendaraan, bahan pemadam, dan personel yang wajib tersedia. Dasarnya adalah ukuran pesawat terbesar yang dilayani.

Mengenal kategori PKP-PK bandara

Setiap bandara yang melayani penerbangan wajib menyediakan layanan PKP-PK, atau dalam istilah internasional Aircraft Rescue and Firefighting (ARFF). Seberapa besar layanan itu ditentukan oleh kategori PKP-PK bandara.

Dasarnya ukuran pesawat

ICAO Annex 14 menetapkan kategori dari 1 sampai 10 berdasarkan panjang total dan lebar badan (fuselage) pesawat terbesar yang biasa beroperasi di bandara. Pesawat yang lebih panjang dan lebar membawa lebih banyak penumpang dan bahan bakar, sehingga membutuhkan kapasitas pemadaman lebih besar.

KategoriPanjang pesawatLebar badan maks.
10 – kurang dari 9 m2 m
29 – kurang dari 12 m2 m
312 – kurang dari 18 m3 m
418 – kurang dari 24 m4 m
524 – kurang dari 28 m4 m
628 – kurang dari 39 m5 m
739 – kurang dari 49 m5 m
849 – kurang dari 61 m7 m
961 – kurang dari 76 m7 m
1076 – kurang dari 90 m8 m

Jika lebar badan pesawat melebihi batas pada kategori yang sesuai panjangnya, kategori dinaikkan satu tingkat.

Apa yang ditentukan oleh kategori

  • Jumlah minimum kendaraan PKP-PK.
  • Jumlah air untuk produksi busa dan laju semprotnya.
  • Jumlah bahan pemadam pelengkap (misalnya dry chemical powder).
  • Jumlah personel yang dibutuhkan untuk mengoperasikan semua itu.
Kategori bukan sekadar angka di dokumen. Saat kategori naik, misalnya karena bandara mulai melayani pesawat yang lebih besar, kesiapan personel dan peralatan harus ikut naik sebelum pesawat itu mendarat.

Peran pelatihan

Peralatan sesuai kategori hanya berguna bila personel mampu mengoperasikannya dengan cepat dan benar. Karena itu jenjang pelatihan Basic dan Junior, serta penyegaran berkala melalui program Refresh, menjadi bagian dari pemenuhan kategori itu sendiri.

Butuh pelatihan atau pendampingan terkait topik ini?Konsultasi

Artikel berikutnya

Response time: mengapa tiga menit menentukan