Latihan PKD Bandara (Full Scale Exercise): Panduan Persiapan, Skenario, dan Evaluasi
Panduan menyiapkan latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) bandara: jadwal sesuai standar ICAO, pihak yang terlibat, tahapan persiapan full scale exercise, contoh skenario, dan cara evaluasinya.
Setiap bandara wajib memiliki Airport Emergency Plan (AEP). Namun rencana di atas kertas belum menjamin semua pihak bisa bergerak cepat dan terkoordinasi saat kejadian sebenarnya. Satu-satunya cara mengujinya adalah melalui latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD), yang puncaknya adalah full scale exercise.
Panduan ini membahas jadwal latihan PKD, pihak yang terlibat, tahapan persiapan, contoh skenario, dan cara mengevaluasi hasilnya.
Apa itu latihan PKD bandara?
Latihan PKD adalah simulasi keadaan darurat yang melibatkan pengelola bandara dan seluruh instansi yang tercantum dalam AEP. Tujuannya menguji apakah prosedur notifikasi, komando, pertolongan, dan evakuasi berjalan sesuai rencana, lalu menemukan kelemahan sebelum terjadi kejadian nyata.
Seberapa sering latihan PKD harus dilakukan?
ICAO Annex 14 menetapkan bahwa full scale exercise dilaksanakan dengan interval tidak lebih dari dua tahun, dengan latihan parsial di tahun di antaranya. ICAO Doc 9137 Part 7 juga menganjurkan tabletop exercise secara berkala untuk menjaga koordinasi dan memperbarui daftar kontak. Ketentuan di Indonesia mengikuti peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
Tiga jenis latihan PKD
- Tabletop exercise: latihan diskusi di ruangan. Perwakilan setiap instansi membahas skenario langkah demi langkah. Biayanya rendah dan efektif untuk menemukan celah koordinasi.
- Partial exercise: latihan sebagian yang melibatkan satu atau beberapa instansi, misalnya hanya unit PKP-PK dan layanan medis.
- Full scale exercise: latihan skala penuh dengan seluruh instansi, kendaraan, peralatan, dan korban simulasi.
Penjelasan lebih rinci ada di artikel Tabletop, partial, full scale: tiga jenis latihan PKD.
Pihak yang terlibat dalam full scale exercise
- Pengelola bandara dan Komite PKD
- Unit PKP-PK, Aviation Security (AVSEC), dan unit operasi bandara
- Pelayanan lalu lintas penerbangan (ATC)
- Maskapai dan ground handling
- Rumah sakit rujukan, ambulans, dan dinas kesehatan
- Kepolisian dan TNI
- BPBD, pemadam kebakaran daerah, dan Basarnas
- Instansi lain yang tercantum dalam AEP, misalnya pengelola pelabuhan untuk bandara di dekat perairan
Tahapan persiapan full scale exercise
- Bentuk tim perencana. Libatkan perwakilan instansi utama sejak awal, idealnya beberapa bulan sebelum hari pelaksanaan.
- Tetapkan tujuan yang terukur. Contoh: waktu aktivasi pos komando, response time PKP-PK, waktu korban pertama tiba di rumah sakit.
- Susun skenario. Sesuaikan dengan risiko nyata bandara, jenis pesawat yang dilayani, dan kondisi lingkungan sekitar.
- Rapat koordinasi dan undangan resmi. Pastikan setiap instansi memahami perannya dan menyiapkan personel.
- Siapkan logistik. Area latihan, objek simulasi pesawat, korban simulasi dengan kartu triase, peralatan komunikasi, dan konsumsi.
- Atur operasional penerbangan. Koordinasikan dengan ATC dan maskapai agar latihan tidak mengganggu jadwal penerbangan, termasuk penerbitan NOTAM bila diperlukan.
- Siapkan tim pengamat (observer). Pengamat mencatat waktu dan kejadian, tidak ikut bermain.
- Briefing peserta. Jelaskan aturan keselamatan latihan dan sinyal penghentian latihan.
- Pelaksanaan latihan.
- Debriefing segera setelah latihan selagi detail masih segar.
- Laporan evaluasi dan rencana tindak lanjut yang dibawa ke revisi AEP.
Contoh skenario latihan PKD
- Pesawat keluar landasan (overrun) saat mendarat dan terjadi kebakaran di sisi mesin
- Kebakaran mesin saat pesawat taxi dengan penumpang di dalam
- Kecelakaan pesawat di luar bandara, termasuk di perairan untuk bandara di wilayah pesisir atau kepulauan
- Ancaman bom terhadap pesawat di apron
- Penumpang dengan penyakit menular yang memerlukan penanganan kesehatan khusus
Pilih skenario yang paling mungkin terjadi di bandara Anda, lalu tambahkan tingkat kesulitan secara bertahap dari tahun ke tahun.
Indikator yang perlu diukur
- Waktu dari kejadian sampai notifikasi diterima unit PKP-PK
- Response time kendaraan PKP-PK pertama
- Waktu aktivasi pos komando dan kelengkapan perwakilan instansi
- Kecepatan dan ketepatan triase korban
- Waktu evakuasi korban ke rumah sakit rujukan
- Kelancaran komunikasi radio antar-instansi
- Pengamanan area dan pengendalian akses
Kesalahan yang sering terjadi
- Skenario terlalu mudah sehingga tidak ada temuan
- Seluruh peserta sudah tahu jam dan lokasi latihan secara detail
- Tidak ada pengamat independen
- Daftar kontak di AEP tidak pernah diperbarui
- Hasil evaluasi tidak ditindaklanjuti ke revisi AEP
Evaluasi dan tindak lanjut
Hasil latihan dituangkan dalam laporan berisi temuan, penyebab, rekomendasi, penanggung jawab, dan tenggat perbaikan. Temuan ini menjadi bahan utama untuk memperbarui AEP, melatih ulang personel, dan melengkapi peralatan.
Pelajari isi wajib AEP di artikel Airport Emergency Plan: isi wajib dan kesalahan umum. Butuh pendampingan menyusun skenario dan evaluasi latihan? Konsultasikan kebutuhan latihan PKD Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama persiapan full scale exercise?
Tergantung ukuran bandara dan jumlah instansi. Mulailah perencanaan beberapa bulan sebelumnya agar koordinasi, undangan, dan logistik siap.
Apakah bandara kecil atau bandara perintis juga wajib latihan PKD?
Ya. Setiap bandara wajib memiliki AEP dan mengujinya melalui latihan. Skalanya disesuaikan dengan ukuran bandara dan instansi yang tersedia di sekitarnya.
Apa beda latihan PKD dan pelatihan PKP-PK?
Pelatihan PKP-PK meningkatkan kompetensi personel PKP-PK. Latihan PKD menguji koordinasi seluruh instansi dalam AEP saat menghadapi keadaan darurat.
Apakah konsultan bisa membantu sampai laporan evaluasi?
Bisa. Kami mendampingi mulai dari penyusunan skenario, pembekalan pengamat, pelaksanaan, hingga laporan evaluasi dan rekomendasi revisi AEP.
Artikel berikutnya
Pelatihan PKP-PK Basic, Junior & Refresh: Materi, Syarat, dan Cara Daftar
