Response time: mengapa tiga menit menentukan
Standar ICAO menargetkan unit PKP-PK tiba dalam dua menit dan tidak lebih dari tiga menit. Inilah alasan di balik angka itu.
Kebakaran pesawat berkembang sangat cepat. Api dari bahan bakar yang tumpah dapat menembus badan pesawat dalam hitungan menit, dan peluang penumpang untuk keluar dengan selamat menurun tajam setelahnya. Karena itu ukuran utama kesiapan PKP-PK adalah response time.
Standarnya
ICAO Annex 14 menetapkan bahwa tujuan operasional layanan PKP-PK adalah mencapai response time tidak melebihi tiga menit ke titik mana pun di setiap landasan pacu operasional, dengan target dua menit, dalam kondisi jarak pandang dan permukaan yang optimal.
Response time dihitung sejak panggilan awal ke unit PKP-PK sampai kendaraan pertama yang tiba di lokasi mampu menyemprotkan bahan pemadam sekurang-kurangnya 50% dari laju semprot yang ditentukan.
Di mana waktu hilang
- Penerimaan informasi. Panggilan dari ATC yang tidak jelas lokasinya memperlambat keberangkatan.
- Persiapan personel. APD yang tidak siap pakai atau personel yang tidak berada di posnya.
- Perjalanan. Rute yang tidak dikuasai, terutama di malam hari atau cuaca buruk.
- Penempatan kendaraan. Posisi yang salah terhadap arah angin dan pesawat.
Bagaimana pelatihan membantu
Setiap detik yang dihemat datang dari kebiasaan: memakai APD dengan cepat, memahami peta grid bandara, dan bergerak sebagai regu tanpa banyak instruksi. Kebiasaan seperti ini hanya terbentuk lewat latihan yang berulang.
Artikel berikutnya
Tabletop, partial, full scale: tiga jenis latihan PKD
